TOKO TANI STABILKAN HARGA PANGAN

Posted on 10 00:00:00 Mei 2016 | by : Administrator | 1353 kali dibaca | Category: Artikel


Komisi IV DPR meminta pemerintah dapat menjaga kestabilan harga pangan. Khususnya, menjelang musim puasa dan Lebaran. 

Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo berharap, Toko Tani Indonesia (TTI) yang merupakan program Kementerian Pertanian dapat menjalankan misi tersebut. Edhy menilai, TTI yang sudah dicanangkan sejak tahun lalu merupakan gagasan bagus untuk mendekatkan hasil petani pada konsumen.

"TTI dapat menjawab harga di pasar bisa secara alami terkendali," kata Edhy di Jakarta, Ahad (8/5). Selain itu, Edy menekankan agar pemerintah, terutama Kementan, mengantisipasi agar pada puasa dan Lebaran tahun ini tidak ada kenaikan harga pangan yang ekstrem dari tahun sebelumnya.

Salah satu cara yang dinilainya efektif, yaitu dengan TTI. "Mudah-mudahan TTI ini jadi jawaban yang bisa menjawab harga-harga di pasar itu bisa secara alami terkendali. Dan, TTI juga saya pikir dalam kegiatan-kegiatan adalah alat untuk menampung inovasi sektor pangan," ujar politikus Partai Gerindra ini.

Edhy mencontohkan inovasi tersebut seperti tepung cassava atau tepung singkong. Sebelumnya, masyarakat membuat kue hanya dari tepung terigu, sekarang ada tepung ubi dan singkong yang bisa digunakan.

Edhy mengharapkan, TTI dapat menyebar ke seluruh Indonesia. Khususnya, ke lapisan terbawah masyarakat sehingga bisa diakses langsung.

Kementerian Pertanian menargetkan seribu TTI untuk memotong rantai distribusi pangan sehingga dapat menekan harga pangan. TTI merupakan toko yang menampung bahan pangan berkualitas dan menyalurkannya langsung ke konsumen sehingga harganya pun tidak mahal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, program Kementan ini merupakan program berkelanjutan. Saat ini, Kementan telah membuka 300 TTI di seluruh Indonesia.

"Target tahun ini 1.000 toko tani kita bangun. Prinsip penjualannya sedikit kali banyak, untungnya sedikit, tapi pembeli banyak dan terus-menerus," kata Amran. Menurut Amran, TTI merupakan upaya pemerintah untuk menyediakan produk pangan dengan harga yang murah serta kualitas yang baik.

Sehingga, diharapkan mampu meredam gejolak harga produk pertanian, terutama menjelang puasa dan Lebaran. "Jadi, nanti struktur pasar baru terbentuk sehingga petani dan konsumen tersenyum. Ini nggak bisa enam bulan atau satu tahun. Butuh tiga tahun, kami yakin terbentuk struktur pasar baru," ujarnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Gardjita Budi menambahkan, saat ini terdapat 300 kelompok tani di seluruh Indonesia. Dalam satu gapoktan terdapat dua TTI.

Menurut Gardjita, gapoktan ini ada di setiap provinsi di seluruh Indonesia. "Kita bantu gapoktan dan persyaratkan mereka punya alat penggilingan sehingga mereka bisa menjual pada TTI," kata Gardjita.

sumber: republika.co.id