Sekilas Info

PADANG - Sumatera Barat mentargetkan bisa menjadi lumbung pangan nasional. Untuk mencapai target itu, pemerintah kabupaten dan kota harus meningkatkan produksi padi di atas 5 persen setiap tahunnya.

"Saat ini produksi padi Sumbar sudah berada di atas 5 persen dan secara kebutuhan malahan surplus," kata Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pada peringatan Hari Pangan Sedunia ke-37, tingkat Sumbar di Lapangan Segitiga Sawahlunto, Jumat (29/9).

Dikatakannya, semua itu menjadi target tahunan Sumbar untuk terus mempertahankan produksi padi. Bahkan, diharapkan target produksi padi terus meningkat di atas 5 persen. Meski begitu, juga dimaklumi, tidak semua daerah pula di Sumbar yang bisa meningkatkan produksi di atas 5 persen.

"Lebih mendasar dari target lumbung padi nasional, bisa menjaga ketersediaan pangan sehingga produksi bisa bertambah secara kualitas dan kuantitas. Menurut data, kita masih swasembada dan produksi masih di atas kebutuhan 1,4 juta ton kebutuhan dan produksi juta ton, berarti masih dua kali lipat," ujar Gubernur Irwan. 

Pada kesempatan itu Irwan mengajak seluruh pemerintah daerah di Sumbar untuk terus meningkatkan dan menjaga swasembada pangan. Dijelaskannya, menjamin kualitas pangan harus dengan meningkatkan produksi, dan itu melibatkan semua unsur.

Tidak cukup dengan semangat kepala daerah, butuh sekali partisipasi seluruh elemen, mulai dari Pemda, TNI-Polri, maupun masyarakat itu sendiri. Dalam kegiafan HPS ke-37 ini, gubernur dua periode itu berkomitmen untuk menjadikan Sumbar sebagai daerah swasembada pangan serta daerah penyangga utama untuk mewujudkan swasembada pangan Nasional. Bahkan, hingga mengantarkan menjadi lumbung pangan dunia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sumbar. Ir. Efendi. MP, mengatakan, peringatan HPS ke-37 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan. Meskipun dalam tataran program, Sumbar telah melampaui batas produksi dari yang ditargetkan.

"Momentum ini adalah cara kita memancing semangat generasi muda dan semua elemen masyarakat untuk peduli terhadap kebutuhan pangan," kata Efendi memberikan paparan saat pembukaan HPS di Sawahlunto.

Saat ini, katanya, Dinas Pangan Provinsi, punya program unggulan yakni nagari pangan. Itu program keterpaduan antar OPD provinsi dan kabupaten/kota. Salah satu lokasi yang menjadi nagari pangan ada di Kota Sawahlunto, karena itu pihaknya dalam waktu dekat akan fokus ke nagari tersebut dalam pengembangan pangan. Dia berharap, masyarakat Sumbar mencintai produk olahan pangan lokal sendiri sekaligus mendorong kreativitas masyarakat, kelompok pengolah pangan untuk meningkatkan kreasi olahan pangan berbasis sumber daya lokal.

Peringatan HPS yang mengusung tema “Menggerakkan Generasi Muda dalam Membangun Pertanian menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia” itu dihadiri Ketua TP-PKK Sumbar, Ny Nevi Irwan Prayitno, walikota Sawahlunto dan jajaran terkait lainnya. 

sumber: Singgalang

.