Sekilas Info

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) optimistis menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2018 stabilitas harga pangan akan tetap terjaga. Hal itu dikemukakan Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antarlembaga, Kementerian Perdagangan Suhanto di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Be-litung, Minggu (22/4).

“Dalam lima tahun terakhir ini Pak Menteri Perdagangan sangat perhatian menjaga stabilitas pangan sehingga tidak terjadi gejolak, khususnya menjelang puasa dan Lebaran tahun ini,” kata Suhanto.
Karena itu, imbuhnya, Kemendag mengambil ­pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya agar di 2018 ini tidak terjadi gejolak harga. “Seluruh pejabat di kementerian sudah diinstruk-sikan turun ke lapangan, tidak di balik meja. Kita diberi tanggung jawab koordinator wilayah, baik itu harga maupun stok,” ujarnya.

Bukan itu saja, Kemendag juga menggandeng BUMN seperti Bulog untuk menstabilkan harga, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Di samping itu, pemda dan para distributor diminta memenuhi beberapa ketentuan agar tidak terjadi kekosongan stok.

Pantauan di lapangan, Bulog Subdivre Banyumas, Jawa Tengah, mengintensifkan gerakan stabilisasi harga pangan untuk menekan harga di pasaran. Bulog juga menyiapkan sejumlah komoditas penting, di antaranya beras, minyak goreng, dan gula pasir. Kepala Bulog Banyumas Sony Supriyadi mengatakan gerakan stabilisasi harga pangan dilakukan di pasar-pasar tradisional. “Dalam menjaga stabilisasi harga pangan, kami mengajak Rumah Pangan Kita (RPK) yang merupakan mitra Bulog. Selain itu, kami membuka stan di kantor Bulog untuk melayani masyarakat.”

Dari Padang, Sumbar, dilaporkan, harga bahan pokok relatif stabil. Di Pasar Raya Padang, kemarin, harga cabai berkisar Rp40 ribu-Rp44 ribu/kg. Bawang Rp40 ribu/kg. Harga itu sudah berlaku sejak dua minggu terakhir. Harga bahan pokok lainnya, daging sapi Rp120 ribu/kg dan gula Rp12.500/kg.

Untuk harga beras, kelas premium asal Solok seperti varietas anak daro dan sokan dijual  Rp135 ribu per 10 kg. Sementara itu di Sukabumi dan Tasikmalaya, Jawa Barat, kebutuhan komoditas pangan di pasar tradisional di beberapa lokasi di wilayah Priangan Timur merangkak naik. Meski demikian, pendistribusian kendaraan setiap pasar lancar. Yang menjadi kendala sekarang  ialah beberapa petani sayuran belum melakukan masa panen.

Dipidanakan
Kepolisian Resor Lebak memastikan akan memidanakan secara hukum pelaku penimbunan sembako menjelang Ramdan 2018. “Kita tidak main-main jika ditemukan penimbun sembako pasti diproses secara hukum. Penimbunan itu bisa memicu kenaikan harga di pasaran,” kata Ketua ­Satgas Pangan Kabupaten Lebak yang juga Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Dani Arianto di Lebak, Banten, Minggu (22/4).

Selama ini, pihaknya belum menerima instruksi dari Kapolda Banten terkait dengan persedian sembako dan stabilitas harga menjelang Ramadan.  Saat ini, tim koordinasi bersama dinas ketahanan pangan, dinas perindustrian dan perdagangan, dinas pertanian, dinas peternakan, dan dinas kesehatan berjalan dengan baik.

Pengalaman di 2017, harga sembako tidak melonjak untuk konsumsi Ramadan hingga Idul Fitri. Persediaan bahan pokok juga relatif stabil meski konsumsi naik.

sumber: mediaindonesia.com

.